Powered By Blogger

Kamis, 09 Mei 2019

JENIS - JENIS MAINTENANCE

Dalam aplikasinya aktifitas maintenance dapat dikategorikan. Seperti terdapat bagian yang khusu menangani maintenance bidang elektrik dan bagian yang menangani bidang mekanik. Jenis / metode maintenance tidak dapat disamakan untuk tiap peralatan, dimana hal tersebut bergantung pada metode, biaya dan tingkat kekritisannya. Berikut jenis / metode maintenance yang umum digunakan di beberapa industri.

Klasifikasi Maintenance
Secara garis besar kegiatan maintenance dapat diklasifikasikan dalam dua macam yaitu: .
  1. Unplanned Maintenance (Perawatan tidak terencana), ini membahas mengenai perawatan darurat dimana perawatan ini merupakan salah satu cara perawatan yang tidak direncanakan sebelumnya sehingga biasanya hal ini dilakukan saat mesin atau peralatan tersebut mengalami kegagalan atau kerusakan yang tidak terduga dan harus segera diperbaiki untuk mencegah akibat yang lebih serius lagi. Salah satu contoh perawatan tidak terencana adalah emergency maintenance. Emergency maintenance adalah pekerjaan perbaikan yang harus segera dilakukan karena terjadi kemacetan atau kerusakan yang tidak terduga.
  2. Planned maintenance (Pemeliharaa terencana) adalah pemeliharaan yang terorganisir dan dilakukan dengan pemikiran ke masa depan, pengendalian dan pencatatan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya. Oleh karena itu program maintenance yang akan dilakukan harus dinamis dan memerlukan pegawasan dan pengendalian secara aktif dari bagian  maintenance melalui informasi dari catatan riwayat mesin/peralatan. Dalam perawatan terencana suatu peralatan akan mendapat giliran perbaikan sesuai dengan interval waktu yang telah ditentukan sedemikian rupa sehingga kerusakan besar dapat dihindari. Perawatan terencana (planned maintenance) terbagi menjadi preventive maintenance dan corrective maintenance
Sifat -Sifat Maintenance
  1. Corrective maintenance (Pemeliharaan Perbaikan ), adalah suatu  kegiatan  maintenance yang dilakukan setelah terjadinya kerusakan atau kelalaian pada mesin/peralatan sehingga tidak dapat berfungsi dengan baik.
  2. Preventive maintenance (pemeliharaan pencegahan), adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan untuk mencegah timbulnya kerusakan-kerusakan yang tidak terduga dan menemukan kondisi atau keadaan yang dapat menyebabkan fasilitas produksi mengalami kerusakan pada waktu digunakan dalam proses produksi. Dengan demikian semua fasilitas produksi yang diberikan preventive maintenance akan terjamin kelancarannya dan selalu diusahakan dalam kondis atau keadaan yang siap dipergunakan untuk setiap operasi atau proses produksi  pada setiap saat. Sehingga dapatlah dimungkinkan pembuatan suatu rencana dan jadwal pemeliharaan dan perawatan yang sangat cermat dan rencana produksi yang lebih tepat.
  3. Predictive maintenance, adalah tindakan-tindakan  maintenance yang  dilakukan pada tanggal yang ditetapkan berdasarkan prediksi hasil analisa dan evaluasi data operasi yang diambil untuk melakukan predictive maintenance itu dapat berupa data getaran, temperature, vibrasi, flow rate, dan lain-lainnya. Perencanaan predictive maintenance dapat dilakukan berdasarkan data dari operator di lapangan yang diajukan melalui work  order ke departemen maintenance untuk dilakuakan tindakan tepat sehingga tidak akan merugikan perusahaan.
  4. Breakdown Maintenance, Adalah metoda dimana inspeksi dan penggantian parts tidak dilakukan, jadi dengan metode ini kita membiarkan peralatan rusak kemudian baru kita memperbaikinya atau menggantinya. Biasanya metode ini diterapkan untuk peralatan / mesin dengan pertimbangan: Peralatan hanya bersifat optional (tambahan) sehingga jika rusak tidak mengganggu produksi, Biaya perbaikan / penggantian parts murah, Kerusakan tidak signifikan.
  5. Periodic Maintenance, ini diantaranya adalah perawatan berkala yang terjadwal dalam melakukan pembersihan mesin, Inspeksi mesin, meminyaki mesin dan juga pergantian suku cadang yang terjadwal untuk mencegah terjadi kerusakan mesin secara mendadak yang dapat menganggu kelancaran produksi. Periodic Maintenance biasanya dilakukan dalam harian, mingguan, bulanan ataupun tahunan.
  6. Emergency Maintenance ( Perawatan Darurat ), Adalah pemeliharaan yang dilakukan apabila mesin mati sama sekali karena terjadinya kerusakan atau kelainan yang menyebabkan mesin tidak dapat dioperasikan. Perawatan ini tidak direncanakan sebelumnya dan perbaikannya dilaksanakan untuk mencegah terjadinya akibat yang lebih serius. Contoh : korosi.
Istilah - Istilah Dalam Maintenance
Maintenace mempunyai banyak sekali istilah yang masing – masing mempunyai penjelasan dimana jika dituangkan dalam suatu buku akan memenuhi subbab pada buku tersebut. Maka artikel ini akan menjelaskan secara super singkat istilah yang terdapat dalam sistem maintenace. Istilah – istilah disini juga sering dipakai di industri – industri yang mengaplikasikan sistem maintenance ini.


Berikut istilah – istilah tersebut :

Maintainability adalah probabilitas pada kegagalan suatu item untuk dikembalikan kepada kondisi awal operasional.

Reliability adalah probabilitas suatu item untuk bekerja secara normal untuk jangka waktu operasional.

Availability adalah ketersediaan suatu item untuk bekerja secara normal saat diminta.

Mission time adalah waktu operasional suatu item.

Downtime adalah waktu dimana suatu item tidak bekerja.

Logistic time adalah Sebagian waktu downtime yang digunakan untuk menunggu spare part

Failure adalah ketidakmampuan suatu item untuk beroperasi.

Serviceability adalah Tingkat kemudahan atau kesulitan pada item yang dapat dikembalikan ke kondisi kerjanya.

Redundancy adalah keberadaan lebih dari satu alat untuk mencapai satu fungsi yang ditentukan.

Failure Mode adalah keadaan abnormal dari kinerja suatu item yang menjadi pertimbangan pada item tersebut karena menyebabkan kegagalan.

Useful life adalah Jarak waktu suatu item beroperasi dan berproduksi.

Corrective Maintenance adalah maintenance yang tidak terjadwal untuk mengembalikan pada peforma semula.

Continuous task adalah Sebuah kegiatan yang mlibatkan monitoring terhadap suatu item.

Active repair time adalah periode saat downtime saat manpower bekerja memperbaiki suatu item.

Inspection adalah observasi secara kualitatif dari kondisi item.

Overhaul adalah restorasi dan observasi yang komprehensif untuk mengembalikan suatu item pada kinerja awal.

Strategi Perawatan (Maintenance)


Pemilihan program perawatan akan mempengaruhi kelangsungan produktivitas produksi pabrik. Karena itu perlu dipertimbangkan secara cermat mengenai bentuk perawatan yang akan digunakan terutama berkaitan dengan kebutuhan produksi, waktu, biaya, keterandalan tenaga perawatan dan kondisi peralatan yang dikerjakan.

Dalam menentukan strategi perawatan, banyak ditemui kesulitan-kesulitan diantaranya:

•  Tenaga kerja yang terampil

•  Ahli teknik yang berpengalaman

•  Instrumentasi yang cukup mendukung

•  Kerja sama yang baik diantara bagian perawatan

Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan strategi perawatan:

•  Umur peralatan/mesin produksi

•  Tingkat kapasitas pemakaian mesin

•  Kesiapan suku cadang

•  Kemampuan bagian perawatan untuk bekerja cepat

•  Situasi pasar, kesiapan dana dan lain-lain.


Sumber :

Jumat, 05 April 2019

Tugas Softskill Teknik Perawatan Mesin

A. PERAWATAN MESIN

Perawatan di suatu industri merupakan salah satu faktor yang penting dalam mendukung suatu proses produksi yang mempunyai daya saing di pasaran. Produk yang dibuat industri harus mempunyai hal-hal berikut:
• Kualitas baik
• Harga pantas
• Di produksi dan diserahkan ke konsumen dalam waktu yang cepat.
Oleh karena itu proses produksi harus didukung oleh peralatan yang siap bekerja setiap saat dan handal. Untuk mencapai hal itu maka peralatan-peralatan penunjang proses produksi ini harus selalu dilakukan perawatan yang teratur dan terencana.

                     

Perawatan : Suatu kombinasi dari berbagai tindakan yang dilakukan untuk menjaga suatu barang, memperbaikinya sampai pada suatu kondisi yang dapat diterima.
Merawat dalam pengertian “suatu kondisi yang dapat diterima” antara suatu perusahaan berbeda dengan perusahaan lainnya.
Mengapa ada bagian perawatan?
Dibentuknya bagian perawatan dalam suatu perusahaan industri dengan tujuan :
  1. Agar mesin-mesin industri, bangunan, dan peralatan lainnya selalu dalam keadaan siap pakai secara optimal.
  2. Untuk menjamin kelangsungan produksi sehingga dapat membayar kembali modal yang telah ditanamkan dan akhirnya akan mendapatkan keuntungan yang besar.
Tujuan utama perawatan:
Berikut merupakan beberapa tujuan utama dari perawatan mesin, diantaranya adalah:
  1. Untuk memperpanjang umur penggunaan asset.
  2. Untuk menjamin ketersediaan optimum peralatan yang dipasang untuk produksi dan dapat diperoleh laba yang maksimum.
  3. Untuk menjamin kesiapan operasional dari seluruh peralatan yang diperlukan dalam keadaan darurat setiap waktu.
  4. Untuk menjamin keselamatan orang yang menggunakan peralatan tersebut.

Siapa yang berkepentingan dengan bagian perawatan?
  1. Penanam modal (investor).
  2. Manager.
  3. Karyawan perusahaan yang bersangkutan.

Bagi investor perawatan penting karena:
  1. Dapat melindungi modal yang ditanam dalam perusahaan baik yang berupa bangunan gedung maupun peralatan produksi.
  2. Dapat menjamin penggunaan sarana perusahaan secara optimal dan berumur panjang.
  3. Dapat menjamin kembalinya modal dan keuntungan.
  4. Dapat menjamin kelangsungan hidup perusahaan.
  5. Dapat mengetahui dan mengendalikan biaya perawatan dan mengembangkan data- data operasi yang berguna untuk membantu menentukan anggaran biaya dimasa yang akan datang.
Bagi para manager perawatan penting karena:
  1. Melindungi bangunan dan instalasi pabrik terhadap kerusakan.
  2. Meningkatkan daya guna serta mengurangi waktu menganggurnya peralatan.
  3. Mengendalikan dan mengarahkan tenaga karyawan.
  4. Meningkatkan efisiensi bagian perawatan secara ekonomis.
  5. Memelihara instalasi secara aman.
  6. Pencatatan perbelanjaan dan biaya pekerjaan.
  7. Mencegah pemborosan perkakas suku cadang dan material.
  8. Memperbaiki komunikasi teknik.
  9. Menyediakan data biaya untuk anggaran mendatang.
  10. Mengukur hasil kerja pabrik sebagai pedoman untuk menempuh suatu kebijakan yang akan datang.
Bagi karyawan, berkepentingan dengan perawatan dengan harapan dapat:
  1. Menjamin kelangsungan hidup karyawan yang memadai dalam jangka panjang, yang mana akan menumbuhkan rasa memiliki sehingga peralatan/sarana yang dapat menjamin kelangsungan hidupnya akan dijaga dan dipelihara dengan baik.
  2. Menjamin keselamatan kerja karyawan.
  3. Menimbulkan rasa bangga bila bekerja pada perusahaan yang sangat terpelihara keadaannya.

Struktur Organisasi Engine Maintenance Unit Tv pada Pt Gmf AeroAsia





B. PENGORGANISASIAN DEPARTEMEN PERAWATAN

Dalam pengorganisasian pekerjaan perawatan, perlu diselaraskan secara tepat antara faktor-faktor keteknikan, geografis dan situasi personil yang mendukung.
Beberapa faktor yang mempengaruhi pembentukan departemen perawatan adalah:

a. Jenis Pekerjaan
Jenis pekerjaan perawatan akan menentukan karakteristik pengerjaan dan jenis pengawasan. Jenis-jenis pekerjaan perawatan yang biasanya dilakukan adalah : sipil, permesinan, pemipaan, listrik dan sebagainya.

b. Kesinambungan Pekerjaan
Jenis pengaturan pekerjaan yang dilakukan di suatu perusahaan/industri akan mempengaruhi jumlah tenaga perawatan dan susnan organisasi perusahaan. Sebagi contoh, untuk pabrik yang melakukan aktifitas pekerjaan lima hari kerja seminggu dengan satu shift, maka program perawatan preventif dapat dilakukantanpa menganggu kegiatan produksi dimana pekerjaan perawatan bisa dilakukan diluar jam produksi. Berbeda halnya dengan aktifitas pekerjaan produksi yang kontinyu ( 7 hari seminggu, 3 shift sehari) maka pekerjaan perawatan harus diatur ketika mesin sedang berhenti beroperasi.

c. Situasi Geografis
Lokasi pabrik yang terpusat akan mempunyai jenis program perawatan yang berbeda jika dibandingkan dengan lokasi pabrik yang terpisah-pisah. Sebuah pabrik besar dan bangunannya tersebar akan lebih baik menerapkan program perawatan lokal masing-masing (desentralisasi), sedangkan pabrik kecil atau lokasi bangunannya berdekatan akan lebih baik menerapkan sistem perawatan terpusat (sentralisasi).

d. Ukuran Pabrik
Pabrik yang besar akan membutuhkan tenaga perawatan yang besar dibandingkan dengan pabrik yang kecil, demikian pula halnya bagi tenaga pengawas.

e. Ruang lingkup bidang perawatan pabrik
Ruang lingkup pekerjaan perawatan ditentukan menurut kebijaksanaan manajemen. Departemen perawatan yang dituntut melaksanakan fungsi primer dan sekunder akan membutuhkan supervisi tambahan, sedangkan departemen perawatan yang fungsinya tidak terlalu luas akan membutuhkan organisasi yang lebih sederhana.

f. Keterandalan tenaga kerja yang terlatih
Dalam membuat program pelatihan, dipertimbangkan terhadap tuntutan keahlian dan keandalan pada masing-masing lokasi yang belum tentu sama.

Konsep Dasar Organisasi Departemen Perawatan
Beberapa konsep dasar organisasi perawatan adalah :

  1. Adanya pembatasan wewenang yang jelas dan layak untuk menghindari terjadinya tumpang tindih dalam kekuasaan.
  2. Hubungan vertikal antara atasan dan bawahan yang menyangkut masalah wewenang dan tanggung jawab dibuat sedekat mungkin.
  3. Menentukan jumlah optimum pekerja yang ditangani oleh seorang pengawasan.
  4. Susunan personil yang tepat dalam organisasi. 
Prinsip-prinsip Organisasi Departemen Perawatan
a. Perencanaan organisasi yang logis
Bertujuan untuk mencapai tujuan produksi :
  1. Ongkos perawatan untuk setiap unit produksi diusahakan serendah mungkin
  2. Meminimumkan bahan sisa atau yang tidak standar
  3. Meminimumkan kerusakan peralatan yang kritis
  4. Menekan ongkos perawatan peralatan yang non-kritis serendah mungkin
  5. Memisahkan fungsi administratuf dan penunjang teknik.
b. Fasilitas yang memadai:
  1. Kantor : lokasi yang cocok, ruangan dan kondisi ntempat kerja yang baik.
  2. Bengkel : tempat pekerjaan, lokasi bangunan, ruangan dan peralatan.
  3. Sarana komunikasi : telepon, pesuruh dll.
c. Supervisi yang efektif
Diperlukan dalam mengelola pekerjaan, dimana :
  1. Fungsi dan tanggung jawab jelas
  2. Waktu yang cukup untuk melaksanakan pekerjaan
  3. Latihan khusus untuk memenuhi kecakapan
  4. Cara untuk menilai hasil kerja
d. Sistem dan kontrol yang efektif :
  1. Jadwal waktu pelaksanaan pekerjaan
  2. Kualitas hasil pekerjaan perawatan
  3. Ketelitian pekerjaan perawatan (tidak terjadi over maintenance)
  4. Penampilan kerja tenaga perawatan
  5. Biaya perawatan.

Rabu, 09 Januari 2019

Tugas Softskill 2 Metode penelitian

No
Judul
Author
Introduction
Method
Hasil
Kesimpulan
1
Numerical Implications of Solidity
and Blade Number on Rotor
Performance of Horizontal-Axis
Wind Turbines
Matthew M. Duquette
Kenneth D. Visser
Many factors play a role in the design of a wind turbine rotor,
including aerodynamics, generator characteristics, blade strength
and rigidity, and noise levels. Since a small wind energy system’s
success is largely dependent on maximizing its energy extraction,
rotor aerodynamics play a critical role in the minimization of the
cost of energy. Improvements in aerodynamic design would add
little to the cost of the system with the potential benefit of increasing
power output. It should be kept in mind, however, that the
total energy produced depends on maximizing the energy capture
across the entire operating range of the turbine and this depends
on both the behavior of the power output and the wind’s probability
distribution.
To quantify the effects of solidity and blade number on the
aerodynamic characteristics of wind turbines, a numerical study
was conducted using blade element momentum and wake models.
The study was divided into two parts. The first examined the performance of rotors designed with a blade-element based optimum
design procedure. The second part considered rotors with
constant-chord, untwisted blades. To provide adequate background
to the results, an introduction to the numerical techniques
is presented next.
It gives temperature distribution and stress distribution for four different materials silica ramming mass. It indicates that temperature at inner side of the furnace wall is higher than at outside of the furnace wall.
We had entered material properties of silica ramming mass. We had found out temperature distribution after 1 hour, 2 hour and 3 hour. We had plotted a graph of change in temperature with respect to time at inner surface and outer surface of the furnace wall. We had found out stress distribution after 20 minutes, 40 minutes and 60 minutes.
We had plotted a graph of stress variation with respect to time at inner surface and outer surface of furnace wall. The red colour in the stress distribution diagrams indicate maximum stresses created and from that region minor crack propagation will be started for fatigue failure.
Using blade element and wake theory, the relationship between
solidity, blade number, and power characteristics was explored
numerically for the SG6043 airfoil. Maximum CPvaried moderately
with changes in blade number and solidity. The range of tip
speed ratio for maximum CPvaried strongly with solidity and
weakly with blade number. Higher than traditional solidities and
blade numbers resulted in higherCP throughout the range of tip
speed ratios studied. All of the studies showed that an increase in
blade number at a given solidity increased CP at the operating
point. Increasing the solidity from the conventional 5%–7% to a
range of 15%–25% yielded higher maximumCP values while
lowering l at maximum CP to 2–4. Lower tip speed ratios could
reduce structural requirements, blade erosion and noise levels. In
addition, the high-torque characteristics of higher solidity rotors
would lower cut-in speeds.
The type of analysis method also strongly affected the magnitude
of CP

2
Modeling and Control of a Wind Turbine as a Distributed Resource
Bongani MalingaDr. JohnE. Sneckenberger, Dr. Ali Feliachi*
Department of Mechanical and Aerospace Engineering
*Lane Dept. of Comp. Science &Electrical Engineering
West Virginia University
The main sources of electrical power have been fuelbuming
engines, which use the energy from non-renewable
fuels to mate a shaft connected to an electric generator
These systems have seen vast improvements in the areas of
efficiency, emissions and controllability because they have
’The project titled “lntegraied Conrputing, Communication and
Distributed Control of Deregulated Electric Power Systems’’ is
always been the primary power sources. The deregulation of
electricity in the US hasseen rise in research geared towards
altemative energysources. 
The fact that one has no control over the energy source input.
the unpredictability of wind and the varying power demand are
more than enough concerns to justify the need for a controller,
which will regulate all the parameters that need to be
controlled for a matched operation of the wind turbine.
Gain selection for PID controllers has generally been
a trial-anderror process relying on experience and intuition
from the field control engineers. A systematic approach to gain
selection provides visualization of the potential performance
enhancements to the system control. This work presents a
110
methodologyfor selecting gain values fora PID controller that
regulates the rotor speed of a constant-sped wind turbine by
adjusting the blade-pitch angle.
Visual inspection of the rotor speed response and the
pitch angle response may be used to determine the best
combination of kp, kl and ko gains to achieve appropriate
damping of the system. However. when the third gain is
introduced

This trial and error method becomes much more
tedious and complicated. This method does not provide the
control designer with a feel for the sensitivity of the controller
to slight variations in the gain values. and a best possible range
o l gain values is not easily identified. Therefore a different
PID tuning method was used.
This research contributed a method of wind turbine
performance estimation, modeling. linearization and control.
The wind turbine model was derived using a linearization
technique coupled with the approximation of the wind turbine
dynamics. Given that there was no readily available data for a
straightforward data reduction procedure, the method
developed by Justus [SI was used and it proved to be
successful based on the output profiles that were obtained for
all the simulations. All of them were comparable to the profiles
of other wind turbines that have been studied 151.
which is also tied with the size of the gains and the cost. While
these parameters were in opposition by nature, the surfaces
permitted selectionof gain values that produce favorable
results for both of the parameters. This visualizationof the
effect of gain permits selection of the best possible
combination of controller parameters without requiring a
lengthy trial-and-error process.

3
Perkembangan Transportasi Kereta Api Dan Pengaruhnya Terhadap Industri Perkebunan Di Surakarta Tahun 1864-1930, (Wisnu Happy Eko Saputro dan Dr. Dyah Kumalasari)
Journal.student.uny.ac.id
/ojs/index.php/risalah/article
/download/

Transportasi kereta api berpengaruh besar terhadap perkembangan industri perkebunan di Surakarta. Transportasi kereta api berperan sebagai pengangkut hasil perkebunan. Hasil perkebunan di Surakarta yang meningkat, membuat dibutuhkannya alat transportasi yang efektif dan memadai untuk mengangkutnya.
Penelitian ini menggunakan metode sejarah kritis. Metode sejarah adalah cara yang digunakan dalam merekonstruksi masa lampau. Penelitian ini melalui 5 tahap, yaitu pemilihan topik, pengumpulan sumber, kritik sumber, interpretasi dan tahap yang terakhir ialah historiografi.
Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa munculnya industri perkebunan di Surakarta dilatar belakangi oleh sistem pajak tanah, sewa tanah, dan tanam paksa. Perkembangan industri perkebunan yang pesat membuat alat transportasi yang ada tidak memadai lagi untuk mengangkut hasil panen, transportasi kereta api dibuat untuk mengatasi masalah pengangkutan. Tahun 1864-1900 perkembangan transportasi kereta api telah meningkatkan hasil perkebunan kopi, tembakau, tebu, dan indigo. Transportasi kereta api dapat mengangkut hasil panen perkebunan lebih banyak dan cepat, sehingga banyak pengusaha swasta yang mendirikan perkebunan di wilayah Surakarta. Pengaruh transportasi kereta api berlanjut sampai tahun 1900-1929. Peningkatan terlihat dari perkebunan gula yang menjadi primadona di pasar Eropa dan didukung dengan transportasi kereta api. Peningkatan hasil
Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa masuknya transportasi kereta api di Surakarta dilatar belakangi oleh sistem perekonomian yang diterapkan Pemerintah Hindia-Belanda yaitu sistem sewa tanah, sistem pajak tanah dan sistem tanam paksa. Trasportasi kereta api selanjutnya memegang peran penting untuk mengangkut hasil perkebunan antara 1864-1900. Peran transportasi kereta api berlanjut sampai tahun 1929, peran ini terlihat dari pengangkutan hasil perkebunan dan pengangkutan bahan industri batik. Pengaruh transportasi kereta api terhenti pada tahun 1930 karena terpengaruh oleh krisis ekonomi dunia.

4
Pengaruh Gaya Dorong Propeller pada Engine Fora Terhadap Kecepatan
Pesawat Model,

(Bonyfasius Nopias, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains dan Teknologi AKPRIND Yogyakarta)
Kecepatan dari suatu pesawat yang digunakan akan sangat mempengaruhi hasil yang dicapai.
Untuk mencapai performa yang baik , ada beberapa komponen pesawat yang mempengaruhinya. Salah satunya adalah propeller. propeller berperan sebagai penghasil gaya dorong (thrust), dengan menciptakan perbedaan tekanan antara permukaan depan dan belakang bilah. Thrust yang tercipta tersebut akan membantu pesawat untuk terbang. Apabila thrust yang dihasilkan tidak maksimal akibat salah dalam pemilihan propeller, maka pesawat akan sulit untuk take-off dan bermanufer.

Pengujian dilakukan dengan cara pengukuran tanpa menggunakan pesawat (statis) dan dengan mengukur kecepatan terbang (dinamis). Adapun yang di ukur antara lain thrust, kecepatan angin dan kemampuan propeller terbang menempuh satu putaran lintasan. Untuk pengujian statis dilakukan dengan mengukur thrust dan kecepatan angin yang dihasilkan berdasarkan masing-masing rpm.
Hasil-hasil pengujian disajikan kedalam bentuk tabel dan grafik, dan diolah sehingga dapat
diketahui thrust, kecepatan angin dan efisiensi dari masing masing propeller.

Dari percobaan yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan, untuk rpm tertinggi 27000 rpm, propeller tersebut menghasilkan thrust tertinggi yaitu 1,12 kg, kecepatan angin sebesar 30,05 m/det dan efisiensi 67%. Hasil ini lebih besar dibandingkan dengan yang dimiliki propeller C1dan A. hal ini disebabkan oleh pitch NN lebih besar dari C1 dan A. untuk hasil uji kecepatan terbang propeller NN didapat 2,48 detik untuk satu putaran pada pesawat model F2D.
5
Perencanaan awal turboptop basic trainer aircraft berdasar kriteria cakupan misi penerbangan
Tungga Bhimadi, Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik dan Informatika Universitas Gajayana Malang
Perancangan awal merupakan salah satu fase dalam perancangan pesawat terbang, sesudah perancangan mula dan sebelum perancangan konsep. Sebagai latar belakang, sudah saatnya Indonesia mengganti pilihan pesawat latih yang digunakan sekarang. Sehingga perlu usulan pesawat latih dasar pengganti sebagai tujuan penelitian yaitu, pemilihan Turboprop Basic Trainer Aircraft atau pesawat latih dasar dengan propeler, untuk latihan calon pilot penerbang pesawat tempur.
Metodologi penilitian yang digunakan yaitu metodologi perancangan empiris yang memprediksi harga karakteristik yang diusulkan dengan aspek desain fokus pada kriteria cakupan 3(tiga) misi yaitu sortie training, bomber, dan attack.
Hasil penelitian adalah berupa pilihan pesawat berdasar kriteria yang diinginkan dengan prediksi harga
karakteristik dari aspek desain seperti aspek: aerodinamika, stabilitas, persyaratan misi, unjuk kerja, dan kemampuan membawa beban.

kesimpulan, pesawat pilihan memenuhi kriteria cakupan misi bahkan untuk beberapa item misi lebih baik. Metodologi perancangan empiris ini dapat digunakan untuk pemilihan pesawat jenis lain yang akan digunakan

Minggu, 15 Juli 2018

KELEBIHAN,KEKURANGAN DAN PERBANDINGAN DARI IDEOLOGI PANCASILA DENGAN IDEOLOGI LAINNYA

IDEOLOGI
Secara sederhana ideology merupakan sebuah kumpulan ide dan gagasan. Dalam ranah yang lebih luas ideologi merupakan sebuah visi dan misi yang telah ditata sangat rapih dan komprehensif dimana alat untuk melaksanakan ide tersebut juga sudah lengkap sehingga idea tau gagasan tersebut dapat diterapkan secara langsung

A.  KELEBIHAN DAN KEKURANGAN DARI 5 IDEOLOGI

1. IDEOLOGI  PANCASILA
merupakan nilai-nilai luhur budaya dan religius bangsa Indonesia. Pancasila berkedudukan sebagai dasar negara dan ideologi negara. Jadi, Ideologi pancasila adalah kumpulan nilai-nilai atau norma yang berdasarkan sila-sila pancasila.

kelebihan
 :
·      Mencakup nilai – nilai positif yang diambil dari berbagai ideology
·      Menutup kelemahan dari kedua ideology yang bertentangan.
·    Ekonomi yang menyangkut hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Pemerintah   sehingga tidak   mengorbankan rakyat.
·      Bersifat fleksibel yang artinya mengikuti perkembangan Zaman.

Kekurangan :
· Pancasila hanya akan berkembang kalau segenap komponen masyarakat bersedia bersikap proaktif,terus menerus melakukan interpretasi (penafsiran ulang) terhadap Pancasila dalam suasana dialog kritis-konstruktif
·   bisa terjadi Pancasila semata-mata ditafsirkan sesuai dengan kepentingan si penafsir

2.    LIBERALISME
Ideologi yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan itu adalah yang utama. liberalisme mencita-citakan masyarakat yang bebas dan menolak adanya pembatasan.

Kelebihan :
§ Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarkat dalam mengatur kegiatan ekonomi.Masyarakat tidak perlu menunggu komando dari pemerintah.
§ Setiap individu bebas untuk memiliki sumber-sumber daya produksi. Hal ini mendorong partisipasi masyarakat dalam perekonomian.
§ Timbul persaingan untuk maju karena kegiatan ekonomi sepenuhnya diserahkan kepada masyarakat.
§ Menghasilkan barang-barang bermutu tinggi, karena barang yang kurang bermutu tidak akan laku di pasar.
§ Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari keuntungan
§ Kontrol sosial dalam sistem pers liberal berlaku secara bebas. Berita-berita ataupun ulasan yang dibuat dalam media massa dapat mengandung kritik-kritik tajam, baik ditujukan kepada perseorangan lembaga atau pemerintah.
§   Masyarakat dapat memilih partai politik tanpa ada gangguan dari siapapun

Kelemahan:
§   Sulit melakukan pemerataan pendapatan
§   Adanya jurang pemisah yang besar antara kaya dan miskin
§   Sering terjadi gejolak dan krisis ekonomi
§   Sulit melakukan kontrol terhadap media massa

3.        FASISME
Ideologi yang mengutamakan kekuasaan tanpa ada demokrasi. Paha ini menganggap rendah bangsa lain. (Seperti apa yang dilakukan Hitler)

Kelebihan:
§   Punya rasa nasionalisme yang tinggi
§   Punya tingkat pengawasan dan kedisiplinan yang tinggi
§   Dapat mengambil keputusan dalam urusan pemerintahan secara cepat
§   Mudah melakukan control terhadap media massa

Kekurangan:
§   Memandang rendah bangsa lain.
§   Tidak percaya dengan adanya kemampuan nalar
§   Mempunyai keyakinan yang fanatik dan dogmatik
§   Pengingkaran terhadap derajat –derajat kemanusiaan
§   Adanya pendiskriminasian antar individu
§   Menolak konsep persamaan tradisi yang berdasarkan aspek kemanusiaan.
§   Jika ada pertentangan pendapat, maka yang berlaku adalah keinginan si-elit.
§   Adanya pengawasan yang sangat ketat bagi anggota masyarakat
§  bagi kaum penentang kekuasaan maka totaliterisme dimunculkan dengan aksi kekerasan seperti pembunuhan dan penganiayaan.
§   dalam suatu negara kaum elit lebih unggul dari dukungan massa dan karenanya dapat memaksakan kekerasan kepada rakyatnya.
§   Tidak memandang dan menghargai hak asasi manusia

4.    KOMUNISME
Ideologi yang menekankan kepemilikan bersama yang bertujuan tercapainya masyarakat yang makmur dan tanpa kelas. Paham ini memegang prinsip sama rata dan sama rasa.

Kelebihan:
§ Karena perekonomian sepenuhnya ditangani oleh pemerintah, baik dalam hal perncanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan maka pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran atau berbagai keburukan ekonomi lainnya.
§ Pemerintah menentukan jenis kegiatan produksi sesuai dengan perencanaan sehingga pasar barang dalam negri berjalan dengan lancar.
§  Relatif mudah melakukan distribusi pendapatan.
§  Jarang terjadi krisis ekonomi karena kegiatan ekonomi direncanakan oleh pemerintah.
§  Tidak ada pembagian kelas apapun ketimpangan yang ada.
Kekurangan:
§  Masyarakat tidak memiliki kebebasan untuk memiliki sumber daya
§  Mematikan inisiatif individu untuk berinovasi
§  Monopoli yang merugikan
§  Pers digunakan sebagai propaganda untuk menyebarkan paham komunis

5.  IDEOLOGI KAPITALISME
Ideology kapitalisme banyak digunakan oleh berbagai negara di dunia hingga saat ini. inti dari paham ini adalah adanya capital atau modal yang dikuasai oleh pihak swasta dimana negara tidak memiliki kekuasaan atas terjadinya sistem ekonomi dan hanya berperan sebagai pengawas saja

kelebihan :
·      Tingkat Efisiensi yang Lebih Tinggi
·      Tingkat Kreativitas dan Inovasi yang Tinggi
·      Pertumbuhan Ekonomi yang Pesat
·      Adanya Sistem Desentralisasi.

Kekurangan :
·      Tidak Adanya Pasar Persaingan Sempurna.
·      Kegiatan Ekonomi Hanya Berfokus Pada Keuntungan.
·      Penindasan Terhadap UMKM ( Usaha Mikro, Kecil dan Menengah ).
·      Tidak Meratanya Distribusi Kekayaan.
·      Memunculkan Ideologi Sekulerisme.


B. PERBANDINGAN IDEOLOGI PANCASILA DENGAN IDEOLOGI LAINYA
Ideologi Liberalisme menganut demokrasi liberal, hukum untuk melindungi individu, dan dalam politik mementingkan individu; Ideologi Komunisme menganut demokrasi rakyat, berkuasa mutlak satu partai politik, dan hukum untuk melanggengkan komunis; Ideologi Sosialisme menganut sistem demokrasi untuk kolektivitas, Diutamakan kebersamaan, Masyarakat sama dengan negara; Sedangkan Ideologi Pancasila menganut sistem demokrasi Pancasila, hukum untuk menjunjung tinggi kekadilan dan keberadaan individu dan masyarakat.

C. KESIMPULAN
Menurut saya untuk Indonesia tidak ada lagi ideologi yang cocok selain ideologi pancasila Karena Ideologi Pancasila merupakan jati diri karakter bangsa Indonesia.


Daftar pustaka :
·    Sumber pustaka: Pendidikan Kewarganegaraan / penulis, Atik Hartati, Sarwono. — Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2011.